0

Klenteng Boen Hay Bio

Dentingan halus lonceng kecil, bergaung halus di antara lidah-lidah api. Seorang ibu dengan mata agak sipit menyalakan lilin-lilin merah satu persatu. Dentingan lonceng itu berbalas dengan suara hewan-hewan di sekitar klenteng Boen Hay Bio yang pagi itu aku kunjungi.

Lanjutan The Pearl of Tangerang

Klenteng Boen Hay Bio -Karuna Jala- termasuk salah satu dari tiga klenteng tertua di Tangerang. Dua klenteng lainnya: Boen Tek Bio dan Boen San Bio terletak di Kota Tangerang -di sekitar Pasar Lama (baca: The Pearl of Tangerang). Sedangkan Boen Hay Bio terletak di Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, Banten.

Klenteng Boen Hay Bio dibangun pada tahun 1694 sebagai simbol samudera tanpa batas. Meskipun klenteng ini termasuk tua, sebagian besar bangunan telah diperbarui. Ornamen kepiting menyambut kedatangan para pengunjung di atap gapuranya. Sedangkan di atap bangunan utama klenteng, tampak ornamen naga menghiasi puncaknya.

Ornamen Kepiting dan Naga
Ornamen kepiting dan naga di atap klenteng
Bagian Depan Klenteng
Tampak bagian depan klenteng setelah memasuki gapura

Lokasi Klenteng

Klenteng ini terletak tidak jauh dari Stasiun Serpong, yaitu berada di koordinat -6.31191, 106.6595. Dari Jakarta saya mengendarai sepeda motor *jauh banget* melintasi BSD Junction ke arah selatan menelusuri Jl. Subianto Djojohadikusumo. Sebelum jembatan yang di bawahnya ada jalan tol Serpong, seharusnya ada Jl. Cilenggang di sisi barat akan tetapi tidak bisa belok langsung. Dengan bertanya kepada warga, saya diarahkan untuk melewati Jl. Raya Serpong hingga tiba di lokasi klenteng.

Dengan adanya tulisan ini, maka berakhirlah seri The Pearl of Tangerang -mungkin sampai diresmikan situs baru terkait etnis Cina Benteng yang menjadi objek sejarah di pesisir utara Banten ini.

Altar Utama Boen Hay Bio
Altar utama klenteng Boen Hay Bio
Arca Dewa-dewi
Arca dewa-dewi yang tersimpan di dalam klenteng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *