0

Wat An Kau Sai

Di sela-sela kunjungan ke pusat kota Siem Reap di hari pertama, aku membuka peta panduan wisata Siem Reap yang diperoleh dari penginapan. Kunjungan ke mega kompleks Angkor Thom tidak kami lakukan pada hari ini, namun tidak ada salahnya kami coba mampir ke sebuah candi di luar kompleks -yang bernama Wat An Kau Sai.

Ada banyak penyebutan untuk candi ini: Preah Enkosei, Preah Indra Kaosrey, Wat An Kao Sai. Saking banyaknya nama candi tersebut, sampai-sampai kami agak sedikit kesulitan untuk bertanya ancer-ancernya kepada penduduk setempat. Bermodalkan insting seorang turis, akhirnya saya dan rekan-rekan berhasil menemukan candi ini yang ternyata terletak di belakang vihara Enkosei -vihara baru yang bernama sama dengan candinya.

An Kau Sai dan Divakarabhatta

Keberadaan kompleks Candi An Kau Sai ini dilengkapi dengan prasasti An Kau Sai yang juga ditemukan di candi tersebut. Prasasti yang berangka tahun 968 Masehi mengisahkan tentang pernikahan antara puteri raja Jayavarman V dengan Divakarabhatta -seorang keturunan India. Dikatakan bahwa Divakarabhatta adalah seorang keturunan India yang lahir di sebuah daerah di sekitar Sungai Kalindi (diyakini sebagai Sungai Yamuna di India). Divakarabhatta tidak lain adalah pembesar yang menguasai daerah kecil di sekitar An Kau Sai ini. Perlu diketahui bahwa pada masa itu, sistem pemerintahan Angkor sudah menganut otonomi wilayah kecil-kecil termasuk wilayah kekuasaan Divakarabhatta tersebut.

Wat An Kau Sai
Sisi lain Wat An Kau Sai

Lingga Yoni
Lingga dan Yoni di dalam candi, yang kini bernuansa Buddha

Kompleks Candi An Kau Sai terdiri dari (mungkin) lima buah bangunan. Namun yang tampak hingga kini tinggal dua bangunan utuh dan satu buah yang tinggal menyisakan bagian dinding tidak setinggi pintu. Dua bangunan sisanya tidak berbentuk lagi. Kelima candi tersebut dikelilingi oleh dinding batu bata yang juga sudah hancur, menyisakan gapura atau gopura di bagian timur.

Gopura
Gapura atau gopura masuk kompleks candi

Candi perwara An Kau Sai
Salah satu candi perwara An Kau Sai yang menyisakan pondasi dan sebagian dinding tubuh candi

Pada bangunan utama, terdapat relief di bagian langit-langit pintu candi. Relief tersebut mengisahkan tentang Krishna yang tengah memindahkan Gunung Govardhana dengan seekor gajah. Di atas relief Krishna tersebut, terdapat pula relief lain yang mengisahkan tentang usaha mengaduk lautan susu dengan bantuan hewan dewata ular berkepala banyak. Ular berkepala banyak yang mengaduk lautan susu inilah yang menjadi ikon Siem Reap, banyak dijumpai di jembatan, arca, maupun simbol di bangunan-bangunan penting lainnya.

Relief di atas pintu candi
Relief mengaduk lautan susu dengan bantuan ular berkepala banyak (atas), dan relief Krishna memindahkan Gunung Govardhana dengan seekor gajah.

Bersepeda ke Wat An Kau Sai

Kunjungan ke candi ini tidak dibantu oleh tuk-tuk ataupun kendaraan umum lainnya. Saya dan rekan-rekan blusukan menggunakan sepeda! Lumayan gempor juga. Pada mulanya, kami berniat untuk blusukan di daerah selatan -ehm, maksudnya selatan Old Market yah. Namun karena ternyata jauh, akhirnya kami blusukan di situs-situs yang berlokasi tidak jauh dari tempat kami menginap. Boleh lihat artikel tentang Wat Thmei yang juga kami kunjungi pada hari yang sama.

Wat An Kau Sai terletak pada koordinat (13.37, 103.87).

  • Apabila berjalan dari Old Market (selatan), temukan Jalan Raya Charles de Gaulle, hingga menemukan Rumah Sakit Jayavarman VII di sebelah kiri (barat) jalan raya.
  • Di sekitar rumah sakit tersebut, terdapat pertigaan ke arah kanan (timur). Ikuti jalan pertigaan ke kanan tersebut.
  • Tidak jauh dari pertigaan, Anda akan menyeberang jembatan. Setelah menyeberang jembatan, cari jalan ke kanan. Karena jalur Anda berjalan ada di sebelah kanan, maka seharusnya tidak sulit untuk menemukan jalan kecil di tepi sungai.
  • Ikuti aliran sungai ke selatan, dan tanyakan kepada warga setempat mengenai "Wat An Kau Sai".

Usai blusukan sore-sore di sini, kami pun kembali ke hotel dan beristirahat. Besok kami harus berangkat pagi-pagi untuk mengejar sunrise di Angkor Wat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *