0

Wat Thmei

Wat Thmei termasuk salah satu dari beberapa objek yang saya kunjungi di Siem Reap selain kompleks Angkor Thom. Dari sekian banyak Wat (atau Vihara) di Siem Reap, Wat Thmei memiliki sejarah terkait tragedi Khmer Merah. Vihara ini terletak tidak jauh dari tempat saya menginap di Siem Reap. Ada apa di vihara ini?

Gerbang Wat Thmei
Gerbang utama Wat Thmei

Sekitar tahun 70-an, pergolakan antara pemerintah komunis dengan anti-komunis. Gejolak politik tentu diwarnai dengan kisah pembantaian besar-besaran (seperti Gerakan 30 September di Indonesia). Tengkorak para korban dikumpulkan di sebuah menara yang terletak di tengah-tengah pelataran Wat Thmei. Konflik Khmer Merah kemudian berakhir, dan pada tahun 1993 Cambodia kembali berdiri sebagai kerajaan monarki hingga sekarang.

Monumen Wat Thmei
Monumen Wat Thmei yang menyimpan tengkorang korban perang.
Tengkorak
Ini dia tengkorak-tengkorak korban perang Khmer Merah

Kompleks "berdarah" itu kini telah disulap menjadi kompleks vihara yang hingga kini masih aktif digunakan oleh para biksu serta masyarakat untuk bersembahyang. Petugas hotel tempat saya menginap menyarankan saya untuk mampir sebentar di Wat Thmei.

Di sisi selatan pelataran Wat Thmei, terdapat vihara dengan dinding dipenuhi lukisan kisah perjalanan kehidupan Siddharta Gautama menjadi Buddha hingga wafat. Karena merupakan tempat ibadah, maka tidak ada salahnya bagi kita untuk minta ijin untuk mengambil gambar. Tersedia pula kotak donasi bagi yang ingin berdonasi untuk pembangunan vihara.

Vihara Wat Thmei
Bagian dalam Wat Thmei yang dipenuhi lukisan kisah perjalanan sang Buddha Gautama
Wat Thmei
Monumen Wat Thmei

Usai melihat-lihat vihara, kami pun melanjutkan blusukan di mantan ibukota Angkor ini. Tidak lupa kami berdoa untuk ketenangan jiwa para korban. Masih banyak yang kami kunjungi sebelum mampir ke kuil Angkor keesokan harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *