0

Watu Kenong Piji

Throwback 2010! Setelah beberapa saat utak-atik desain dan beberapa diagram, aku coba bongkar-bongkar file lama di harddisk dan menemukan foto-foto KKN. Salah satu yang bikin kegiatan ini berkesan adalah: di sinilah aku menyadari bahwa aku mulai menyukai sejarah nusantara! Boleh dibilang bahwa Watu Kenong Piji ini jadi milestone sebelum mengoleksi pusaka nusantara yang aku tulis di blog ini, walaupun didahului Candi Borobudur yang menjadi candi pertama yang aku kunjungi waktu SMP, yoni Situs Bedono yang sering aku lewati waktu SMA, dan juga situs di sekitar Pikatan Temanggung yang secara tidak sengaja dilewati selagi aku TK dulu.

Watu Kenong Piji: Petilasan Eyang Langunan

Nama Watu Kenong Piji mungkin agak asing jika didengar penduduk sekitar karena itu nama yang aku buat sendiri. Sebuah batu yang berupa lingga-yoni ini oleh warga sekitar disebut Petilasan Eyang Langunan. Pada mulanya, saya belum terlalu ngeh bahwa petilasan ini ternyata menyimpan benda cagar budaya.

Siapakah Eyang Langunan itu? Menurut warga sekitar, Eyang Langunan adalah seorang perempuan yang membaktikan dirinya untuk bertapa di satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu tempat yang menjadi tujuan peziarahannya adalah tempat ini. Tidak diketahui lebih mendalam siapakah sang Eyang tersebut. Oleh masyarakat, batu tanda petilasannya dinamai Watu Kenong karena bentuknya mirip kenong, salah satu alat musik gamelan nusantara.

Satu Per Empat, Dua Per Empat

Pada mulanya, ada empat buah batu serupa di situs ini. Sekitar tahun 2000, air di Sungai Bogowonto meluap yang berakibat tiga batu di antaranya lenyap karena tidak mendapat pengawasan. Ada yang menyebutkan bahwa batu-batu tersebut dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun pada kunjungan saya di tahun 2012 lalu, salah satu batu dikembalikan. Akhirnya, lingga-yoni itu tidak lagi sendiri.

Hingga saat ini, tempat-tempat sakral di Piji masih sering dikunjungi terutama pada saat-saat penting seperti khitanan, pernikahan, dan event-event syukuran lainnya. Tradisi ini disebut dengan ngreco, dengan meletakkan sebagian nasi ingkung (nasi dengan ayam bumbu) di tempat-tempat tersebut. Nasi ingkung itu akan jadi rebutan anak-anak sekitar.

[fsg_gallery id="31"]

Watu Kenong Piji ini terletak di Dusun Kibon, Desa Piji, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Desa Piji sendiri terletak tidak jauh dari Kaligesing, tanah kelahiran komposer lagu negara kita. Baiklah, masih banyak situs-situs menarik lainnya di sekitar sini, nantikan perjalanan saya selanjutnya.

Tanggal kunjungan situs: 25 Juli 2010, 4 Maret 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *