2

Museum Satriamandala

Setelah diguyur hujan sepanjang pagi, matahari mulai bangkit dari sendunya. Panas sinarnya turut membangkitkan semangat yang tadinya mengharubiru. Sabtu ini, saya memang berencana untuk blusukan. Walaupun sempat ragu, akhirnya saya memutuskan untuk berkunjung ke Museum Satriamandala. Museum ini terletak di Jalan Gatot Subroto Kav. 14, Jakarta Selatan.

Semangat 45

Ketika motret tulisan Museum Satriamandala di depan, saya ditegur oleh seorang tentara. Saya sempat kaget, saya kira dia mengira saya mau berbuat macam-macam (apa sih?). Ternyata bapaknya bilang begini, "Seharusnya masnya berdiri di sana, saya yang fotoin." Sambil menarik nafas lega, saya pun membalas, "Makasih, pak. Tapi sayang emang agak kurang suka difoto. Biasanya malah motoin orang." Saya pun kemudian minta ijin untuk memasuki kawasan museum ini.

Sebelum masuk ke gedung museum, saya disambut dengan alutsista yang berdiri megah di pelataran. Sambil tengok-tengok, saya menelusuri jalan utama menuju loket. Seusai beli tiket masuk, seorang anak kecil dengan mengenakan kostum polisi keluar dari pintu utama. Teringat waktu saya masih TK, mengenakan pakaian serupa ketika ada acara di sekolah.

Selayang Pandang Museum

Museum ini terdiri atas beberapa bagian, yang kalau boleh saya petakan terbagi menjadi:

  1. Pelataran, yang menampilkan beberapa alat perang yang digunakan tempo dulu dan juga halaman parkir.
  2. Ruang diorama pertama, menampilkan diorama seputar perjuangan tentara Indonesia untuk merebut kemerdekaan.
  3. Ruang Jendral, menyimpan alat-alat dan seragam kehormatan dari Sudirman, Urip Sumoharjo, AH Nasution dan Soeharto.
  4. Ruang diorama kedua, menampilkan diorama seputar perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di sinilah ada cerita mengenai pembentukan satuan-satuan militer yang menjadi cikal bakal TNI.
  5. Ruang senjata, menyimpan ragam senjata api dari berbagai negara yang digunakan untuk berperang.
  6. Ruang diorama ketiga, menampilkan diorama perkembangan TNI hingga sekarang.
  7. Pelataran dalam, menyimpan kendaraan-kendaraan perang yang digunakan tempo dulu.

Museum ini seolah ingin bercerita kepada pengunjung, bahwa perjuangan menjadikan "Republik Indonesia" tentu tidaklah mudah. Banyak trik-intrik politik yang harus terjadi, bahkan hingga sekarang. 🙂

[fsg_gallery id="26"]

Menuju Lokasi Museum

Museum ini dikelola oleh pusat sejarah TNI, yang gedungnya tepat berada di sebelah timur dari museum. Ketika berkunjung kemari, museum tampak cukup ramai, bahkan ada bule yang juga menikmati museum. Untuk masuk museum, Anda cukup membayar tiket masuk sebesar Rp2.500,00. Apabila membawa kamera, Anda wajib menyumbang Rp5.000,00.

Untuk menuju kemari, saya menggunakan bus Transjakarta jurusan Grogol-Cawang. Saya turun di halte Jamsostek Gatot Subroto, karena lokasi museum ini tidak jauh dari sana. Bagaimana, Anda tertarik berkunjung?

2 thoughts on “Museum Satriamandala

    • Aku sudah pernah ke Singkawang, Angel :D.
      Di sana bagus, ada topekong di lereng bukit.
      Sayang, aku ke sana bukan waktu2 Cap Go Meh. Pasti ramai di sana 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *