4

Candi Dukuh

Ini adalah hari ketiga setelah Tahun Baru Imlek, pagi-pagi saya sudah bangun dan bersiap menuju ke Semarang untuk kembali ke Jakarta. Sebelum ke Semarang, saya mencoba mampir ke Candi Dukuh. Ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke sana, karena candi ini masih dalam tahap restorasi pada dua kunjungan sebelumnya.

Dukuh dan Brawijaya

Ada dua informasi yang saya peroleh mengenai keberadaan candi ini. Pertama -dari wikipedia, yang menuliskan bahwa masyarakat sekitar meyakini bahwa candi ini dulunya merupakan tempat persinggahan sekaligus pertapaan raja Majapahit Brawijaya V pada masa di mana Majapahit mulai melemah. Oleh karenanya, candi ini juga dinamai Candi Brawijaya. Kedua -dari tim restorasi candi, menyatakan bahwa candi ini dibangun pada masa yang sama dan merupakan satu rangkaian dengan Kompleks Candi Gedong Songo.

Tiga Kali Berkunjung

Kunjungan saya ke candi ini tidak hanya sekali. Informasi pertama saya peroleh dari teman saya mas Rafael. Candi Dukuh masih runtuh dan belum mengalami proses restorasi. Namun ketika saya pergi ke sana (2012), tampak tim dari BP3 tengah melakukan restorasi terhadap candi ini. Akhirnya saya pulang dengan mengabadikan proses restorasi tersebut.

Kunjungan kedua terjadi di akhir tahun 2013. Proses restorasi telah mencapai bagian kedua, tepat di lapisan di mana Yoni berdiri. Sedangkan bagian tubuh candi masih disusun di pelataran candi. Kali ini saya lupa membawa SD Card, alhasil foto dari ponsel pun jadi satu-satunya andalan.

Akhirnya, awal tahun 2015 ini saya baru sempat mengunjungi candi ini. Seperti tampak pada foto, candi ini sudah cakep dilihat. Ada kemungkinan restorasi bagian atap candi akan dilanjutkan. Tampak puncak ratna masih ada di pelataran.

Berkunjung ke Candi Dukuh

Candi ini dapat diakses melalui jalan utama Ambarawa-Salatiga via Banyubiru (bukan Bawen, lho). Kira-kira sampai di Kawasan Wisata Bukit Cinta, tanyakan kepada warga sekitar mengenai lokasi candi ini. Sebenarnya ada beberapa situs era Hindu-Buddha lainnya di sekitar sini, namun kondisinya tidak terselamatkan lagi. Beberapa batu-batu besar, seperti yoni dan lingga diberi cungkup dan mendapat perawatan dari warga sekitar.

[fsg_gallery id="33"]

4 thoughts on “Candi Dukuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *