0

Candi Cangkuang

Mendengar "Garut", kita pasti terbayang jajanan pasar khas yang disebut dodol Garut. Betul sekali, Kabupaten yang dikelilingi empat gunung besar di Jawa Barat ini memang unik. Tetapi tahukah Anda bahwa di balik gunung-gunung tersebut, terdapat satu candi bercorak Hindu di tengah pulau kecil dengan telaga yang mengitarinya? Candi Cangkuang -nama yang diberikan pada candi ini, terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Cangkuang

Nama Cangkuang sendiri diambil dari nama tanaman sejenis pandan (Pandanus furcatus) yang banyak tumbuh di sekitar sini. Menurut catatan Belanda, di daerah Kampung Pulo ini terdapat makam kuno dan Arca Siwa. Ekskavasi dilakukan tahun 1966 dan membuahkan hasil yang cukup memuaskan; dengan menemukan fondasi candi berukuran 4.5 m x 4.5 m. Meskipun hanya ditemukan sekitar empat puluh persen batu struktur candi ini, proyek rekonstruksi ini pun tetap berlangsung.

Museum, Makam dan Al-Qur'an Kuno

Makam yang dimaksud oleh catatan Belanda tersebut adalah makam dari Eyang Embah Dalem Arif Muhammad, seorang tokoh Islam yang berdakwah di daerah Kampung Pulo. Menurut kisahnya, sang Eyang adalah salah satu pejuang Mataram yang ikut berperang melawan VOC. Beliau berhenti di daerah ini untuk membuat bendungan yang kini disebut Situ Cangkuang, sekaligus menyebarkan agama Islam. Tidak heran mengapa terdapat Al-Qur'an kuno dengan tulisan Arab dan Jawa yang ditulis tangan. Al-Qur'an dan naskah-naskah lainnya di simpan di Museum Cangkuang.

Jalan-jalan ke Cangkuang

Menjangkau Candi Cangkuang tidaklah sulit karena rambu-rambu petunjuk sudah terpasang jelas. Dari Bandung, para pengunjung bisa mengikuti ruas jalan utama menuju Garut. Sebelum masuk kota Garut, lebih tepatnya Pasar Leles, papan petunjuk menuju Cangkuang sudah terlihat. Tiket masuk Cangkuang dapat didapatkan di pos bagi yang masuk lewat telaga.

[fsg_gallery id="14"]

Kapan ke Cangkuang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *