0

Situs Cabean Kunti

Situs Cabean Kunti lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Sumur Pitu. Situs ini merupakan kompleks petirtaan yang terdiri dari tujuh buah sumur. Secara administratif, situs ini terletak di Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Tersebar di Tiga Titik

Ketujuh sumur tersebut tersebar di tiga buah titik. Tidak ada penomoran yang pasti, namun saya akan berjalan mulai dari lokasi di depan papan informasi situs.

Dua sumur terletak di belakang sumur-sumur baru. Kedua sumur tampak telah selesai direstorasi. Sumur pertama memiliki relief gana, dan juga kisah dalam bentuk fabel. Sedangkan sumur kedua yang terletak lebih ke dalam memiliki bentuk serupa namun tanpa relief.

Sumur I Sumur II

Dibatasi oleh jalan desa, ketiga sumur lain terletak di belakang papan informasi. Dua sumur tidak tampak ada dinding candinya, sedangkan satu sumur memiliki dinding candi namun dalam kondisi runtuh.

Sumur III Sumur IV Sumur V Sumur keenam dan ketujuh berada cukup jauh dari kelima sumur di atas. Keunikan sumur keenam dan ketujuh adalah mereka berada bersebelahan dan menempel satu sama lain seperti kembar siam. Sumur VI dan VII

Cabean Kunti dan Ratu Dyah Wawa

Situs ini diperkirakan dibangun oleh Ratu Dyah Wawa dari Wangsa Syailendra. Kalau saya boleh berandai-andai, dahulu wilayah Cabean Kunti ini merupakan wilayah mata air dengan debit yang cukup tinggi. Di mana ada air, di situ ada kehidupan. Mungkin orang-orang percaya, tempat di mana terdapat sumber kehidupan, berarti di situ bersemayam kuasa ilahi. Oleh karenanya, dibangun candi untuk menghormati sang Pencipta.

Kisah Joko Badung dan Dewi Kunti

Keberadaan situs ini juga disertai dengan mitos-mitos yang beredar di tengah masyarakat. Tersebutlah, seorang bernama Joko Badung yang mencintai Dewi Kunti. Seperti kisah-kisah romantis Jawa yang lain, sang Dewi ingin 'menggadaikan' cintanya dengan tujuh sendang dan sembilan sumur.

Saat ini, lokasi situs sudah bercampur dengan sumur-sumur baru milik warga. Apakah ini berarti keadaan situs ini 'terhimpit' oleh modernisasi desa? Yah, kita hanya bisa berharap tidak ada upaya perusakan dan pencurian situs oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *