0

Candi Gunung Gangsir

Beberapa waktu sebelum saya berkunjung ke sini, saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa Candi Gunung Gangsir telah selesai direnovasi. Candi ini termasuk dalam agenda besar saya di tahun 2014 bersamaan dengan kunjungan saya ke situs-situs di Surabaya dan sekitarnya. Secara administratif, Candi Gunung Gangsir terletak di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Gunung Gangsir dan Nyi Sri Gati

Keberadaan candi ini tidak terlepas dari legenda tentang Nyi Sri Gati. Menurut penduduk lokal, candi ini dibangun untuk menghormati Nyi Sri Gati -yang dijuluki Mbok Randa Derma (Janda Murah Hati). Pada masa lampau, beliau adalah seorang wanita yang mengubah kehidupan masyarakat sekitar.

Pada mulanya, masyarakat di sekitar sana belum mengenal tata cara bercocok tanam. Mereka masih hidup mengembara serta memakan tumbuh-tumbuhan. Semakin lama, kondisi alam memburuk karena tidak diolah dengan baik. Kehidupan mereka tidak berubah hingga Nyi Sri Gati (Dewi Sri?) datang dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersembahyang kepada Sang Hyang Widi untuk meminta petunjuk. Tidak lama, burung-burung pun datang dengan membawa benih padi. Akhirnya mereka mulai mengenal tata cara bercocok tanam.

Tidak Sewajarnya

Pada mulanya, candi yang terbuat dari batu bata merah ini terlihat seperti reruntuhan yang tidak beraturan. Candi ini pernah mengalami pembangunan seadanya yang tidak tepat karena relief dan perhiasan di candi sempat dirusak dan dicuri oleh pemerintah Jepang untuk membiayai perang. Waktu itu, candi tersebut hanya menyisakan reruntuhan dan sedikit relief. Kurang tahu sejak kapan, pada tahun 2013 saya dikabari bahwa rekonstruksi candi ini telah selesai.

Kondisi candi sebelum direkonstruksi (http://candi.pnri.go.id/)

Ngejreng bukan, tiba-tiba bentuk candi berubah. Tidak hanya candinya, di sekitarnya sudah banyak rumah-rumah warga.

[fsg_gallery id="29"]

Setelah berkunjung ke candi ini, saya pun melanjutkan perjalanan ke salah satu candi cantik yang menjadi ikon Jawa Timur: Candi Jawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *